Sabtu, 19 Agustus 2017

Egonya Hati



pict from google

Hati, bagian yang mungkin membuatmu ragu ketika menentukan pilihan.
Seringkali ia bertolak belakang dengan pikiran.
Sejatinya, hati itu bukanlah milik kita.
Ia hanyalah titipan.
Lantas kenapa kita begitu egois?

Selasa, 26 Agustus 2014

17 Agustus 2014 - late post -_- :)

these are some pictures of my sista who has followed Paskibraka in my town :)


Selasa, 19 Agustus 2014

Merah Muda =D


"Hei, kenapa selalu menggangguku?" gerutuku kesal pada si merah muda yang beberapa hari ini selalu mengikuti pikiranku. Entah kenapa dia tidak pernah bosan menggangguku, hampir setiap hari. "Aku tidak mengganggumu. Kau yang memaksaku datang." jawabnya santai. "Apa? Aku? Kau aneh. Kenapa menyalahkanku?" aku semakin menggerutu mendengar jawabannya. "Iya, kau tidak sadar? Kau yang memaksaku datang. Menarik-narikku dengan paksa dan memintaku menari-nari di pikiranmu. Kau selalu seperti itu." lagi lagi dia menyalahkanku. "Hmm.. Sudahlah, aku tidak mengerti. Ini aneh." aku kembali terbawa dalam lamunanku, tapi lagi lagi si merah muda itu menggangguku. " Apa kau tidak bosan terus berada disini? Merusak lamunanku saja." wajahku mulai berubah tak karuan. "Hihi.. Kau lucu. Kau sendiri bahkan tidak tahu apa yang terjadi padamu dan apa yang membuatku berada disini. Sampai-sampai kau menyebutku pengganggu." katanya mulai menggodaku. "Hah? Maksudmu?" aku semakin bingung. "Kau sedang jatuh cinta. Itu yang membuatku ada disini, dipikiranmu." jawabnya dengan memperlihatkan sebuah senyuman. Senyuman termanis yang pernah kulihat.

ORENJI :)


pict from google
"ORENJI, luarnya boleh terlihat manis tapi dalamnya belum tentu sama." (kutipan dari film La Tahzan)

Terkadang, kita menilai sesuatu dari apa yang dapat kita lihat, menganggapnya baik  ketika mata kita disuguhkan dengan hal-hal manis yang ditampilkannya. Padahal, kita sama sekali tidak mengetahui seperti apa hal yang terbungkus di dalamnya. Atau bahkan sebaliknya, ketika mata kita melihat hal buruk maka kita langsung mengatakan bahwa itu memang buruk, padahal belum tentu apa yang terdapat di dalamnya benar-benar buruk, karena di dalam sesuatu yang buruk pastilah ada setitik kebaikan bahkan sebaliknya.

Terkadang kita dengan mudahnya meng-iya-kan pendapat sang mata, tanpa mencari tahu seperti apa sebenarnya. Terkadang apa yang kita lihat justru membuat kita menjadi berprasangka buruk. Bahkan dapat membuat kita menjadi orang pesimis atau bahkan menjadikan kita orang yang angkuh karena apa yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

Sama seperti kehidupan. Terkadang kita selalu melihat kehidupan orang lain jauh lebih baik dibandingkan dengan kehidupan kita hanya karena kita selalu melihatnya ceria seolah tanpa beban. Sehingga tak jarang hal tersebut menimbulkan iri di dalam hati kita. Atau kita merasa kehidupan kita jauh lebih baik dibandingkan dengan orang lain karena kita merasa selalu mampu mendapatkan apa yang kita inginkan sehingga timbullah perasaan angkuh di dalam hati.

Rabu, 13 November 2013

Quote of the day ^_^


"cintailah apa yang kamu dapatkan, jangan hanya menginginkan yang kamu cintai"

"Ketika kau berhenti bermimpi, saat itulah kehidupan menjauh darimu"

"Seharusnya bukan masa lalu yang membuatmu tak bisa tidur nyenyak, tapi saat sekarang dan yang akan datang dimana kau tak akan pernah dapat menebak setiap perubahan yang terjadi"


Jumat, 15 Maret 2013

Mawar

Ketika sedikit demi sedikit duri pada batang mawar mulai menua, kemudian mereka pun kehilangan daya dan mulai terkulai lemah pada batang sang bunga. Lantas, tangan-tangan tak bertanggungjawab pun mulai bersiap untuk memetiknya. Perlahan tapi pasti, bunga indah itu telah berpindah dari batangnya, dan menjadi mainan bagi mereka, mereka yang tak bertanggungjawab. Duri pada mawar tak ubahnya seperti rasa malu pada diri seorang wanita yang jika rasa malu itu mulai hilang maka keindahan tak akan pernah ada artinya lagi.

Mawar, bunga indah yang banyak disanjung setiap orang. Dia simbol cinta yang fenomenal. Cinta amat identik dengan kasih sayang, ketulusan, pengorbanan. Sama halnya seperti wanita. Wanita adalah bukti adanya cinta, kasih sayang, juga pengorbanan. Tapi justru apa yang melekat pada diri wanita telah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Wanita yang dominan menggunakan perasaan ketimbang logika ternyata tak jarang menjadi mawar tanpa duri.

Selasa, 12 Maret 2013

Lelah


Raga ini mungkin terlihat kuat, tanpa melukiskan lelah sedikitpun.
Tapi jiwa ini, sungguh, jiwa ini amat sangat lelah.
Lelah yang mungkin tak dapat dijelaskan lewat kata.
Lelah yang selalu merasuk kala raga ini mulai berjalan di alam sadar.